Anda adalah tamu terhormat bagi kami

"Selamat Datang"
Anda adalah tamu terhormat..

Minggu, 07 November 2010

KETERAMPILAN MENJELASKAN

KETERAMPILAN MENJELASKAN
Hakikat Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan sangat penting bagi guru, karena sebagian besar percakapan guru yang memiliki pengaruh terhadap pemahaman siswa, yaitu berupa penjelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Menjelaskan merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan oleh guru dalam menyampaikan informasi. Dalam kegiatan pembelajaran, menjelaskan berarti mengorganisasikan materi pembelajaran dalam tata urutan yang terencana secara sistematis sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh peserta didik. Keterampilan menjelaskan mutlak perlu dimiliki oleh para guru.
Seorang guru harus dapat menjelaskan berbagai hal kepada peserta didiknya. Penjelasan yang disampaikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir peserta didik. Misalnya guru akan menjelaskan konsep ”atas”. Jika peserta didiknya adalah anak usia TK (4-5 tahun) maka, dia harus menjelaskan konsep tersebut secara konkret dan nyata.
            Menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki guru, mengingat sebagian besar pembelajaran menuntut guru untuk memberikan penjelasan. Oleh sebab itu, keterampilan menjelaskan perlu ditingkatkan agar dapat mencapai hasil yang optimal.
Tujuan Menjelaskan
a. Membimbing peserta didik memahami konsep, hukum, prinsip atau prosedur;
b. Membimbing peserta didik menjawab pertanyaan secara bernalar;
c. Melibatkan peserta didik untuk berpikir;
d. Mendapat balikan mengenai pemahaman peserta didik;
e. Membantu peserta didik menghayati beberapa proses penalaran.
Prinsip-Prinsip Menjelaskan
          Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan suatu penjelasan, yaitu sebagai berikut:
  1. Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik di awal, di tengah maupun di akhir pembelajaran.
  2. Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar. 
  3. Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan peserta didik atau menjelaskan materi standar yang sudah direncanakan untuk membentuk kompetensi dasar dan mencapai tujuan pembelajaran. 
  4. Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar, dan bermakna bagi peserta didik. 
  5. Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik.
Komponen Menjelaskan
    1. Komponen merencanakan penjelasan yang mencakup:
    1)  Isi pesan (tema) yang dipilih dan disusun secara sistematis
disertai contoh-contoh,
    2)   Penerima pesan harus dipertimbangkan karakteristiknya.
    2. Komponen menyajikan penjelasan yang mencakup:
   1) Kejelasan, yang dapat dicapai dengan berbagai cara seperti: bahasa yang jelas, berbicara dengan lancar, mendefinisikan istilah-istilah teknis, berhenti sejenak untuk melihat respon peserta didik;
    2)   Penggunaan contoh dan ilustrasi yang dapat mengikuti pola induktif atau pola deduktif;
  3) Pemberian tekanan pada bagian-bagian yang penting dengan cara: penekanan suara atau  mengemukakan tujuan;
4) Peserta didik diberi kesempatan untuk menunjukkan pemahaman ataupun keraguan ketika penjelasan berlangsung (balikan).
Agar penjelasan yang diberikan dapat dipahami sesuai dengan tujuan yang diharapkan, dalam penyajiannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
*Kejelasan, yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa lisan,
*Penggunaan contoh dan ilustrasi, yang bisa dilakukan dengan pola induktif atau deduktif,
*Pemberian tekanan yang dapat dilakukan dengan berbagai variasi gaya mengajar, dan membuat struktur sajian, dan
*Balikan, yang bertujuan untuk mendapat informasi tentang tingkat pemahaman siswa, baik melalui pertanyaan mapun melalui tugas.
Selain hal-hal di atas, terdapat dua pola yang memiliki efektivitas tinggi dalam menghubungkan contoh dan dalil, yaitu:
• Pola induktif, yaitu diberikan contoh terlebih dahulu kemudian ditarik kesimpulan umum atau dalil (rumus).
• Pola deduktif, yaitu hukum, rumus atau generalisasi dikemuka-kan lebih dahulu, kemudian diberikan contoh-contoh secara rinci untuk memperjelas hukum, rumus atau generalisasi yang telah dikemukakan.
Pola yang digunakan bergantung pada materi pembelajaran, kemampuan, usia dan latar belakang kemampuan peserta didik tentang pembelajaran tersebut. Dalam penggunaan dalil dan contoh ini, ada kata-kata khusus yang biasa digunakan sebagai kata-kata penghubung dan ungkapan-ungkapan khusus. Untuk mengaitkan ide utama dan yang kurang penting digunakan kata-kata: 'jka.. .maka', 'walaupun begitu', 'sehingga', 'sementara itu', 'dari pada itu', 'juga', 'karena,' 'sebab', dan sebagainya. Untuk menghubungkan ide-ide yang sama pentingnya, digunakan kata-kata, seperti 'sementara itu', 'dari pada itu', 'juga,' 'selanjutnya', 'hanya', 'oleh karena itu', 'jadi', atau 'akibatnya'. Dengan istilah-istilah tersebut, guru tidak hanya memperjelas penyajian, tetapi sekaligus menekankan keterkaitan atau menunjukkan hubungan.
Sebagaimana telah dikemukakan bahwa dalam memberikan penjelasan perlu menggunakan intonasi bahasa sesuai dengan materi yang dijelaskan. Dalam pada itu perlu ada variasi dalam memberikan tekanan, perlu pula membuat struktur sajian, yaitu memberikan informasi yang memberikan arah atau tujuan utama sajian. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara:
• Memberikan ikhtisar dan pengulangan.
• Menguraikan atau mengatakan dengan kalimat lain tentang jawaban yang diberikan peserta didik.
• Memberikan tanda atau isyarat lisan, seperti pertama, kedua, dan sebagainya.
Pada waktu memberikan penjelasan, hendaknya guru memperhatikan gerak-gerik dan mimik peserta didik. Apakah penjelasan yang diberikan dapat dipahami atau meragukan, menyenangkan atau membosankan, dan apakah menarik perhatian atau tidak. Untuk kepentingan tersebut, perhatikanlah mereka selama memberikan penjelasan, ajukan pertanyaan-pertanyaan dan berilah kesempatan untuk mengajukan pertanyaan.
       Dalam pembelajaran, menjelaskan merupakan tindakan yang banyak dilakukan, terutama oleh guru. Apabila seorang guru menjelaskan, artinya guru tersebut memberikan informasi sedemikian rupa sehingga siswa benar-benar mengerti dan memahami apa yang diinformasikan oleh guru.
Keterampilan menjelaskan sangat penting bagi guru karena sebagian besar percakapan guru yang mempunyai pengaruh terhadap pemahaman siswa yang berupa penjelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Tujuan Menjelaskan: (1) Membantu siswa untuk memahami rumus, dalil, dan prinsip, (2) Melibatkan siswa untuk berpikir, (3) Mendapatkan balikan mengenai pemahaman siswa, (4) Membimbing siswa dalam pembelajaran untuk memecahkan masalah.
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan: (1) Penjelasan harus relevan dengan tujuan kegiatan belajar-mengajar, (2) Penjelasan harus sesuai dengan tingkat kemampuan dan latar belakang siswa, (3) Penjelasan harus sesuai dengan usia siswa, (4) penjelasan harus bermakna bagi siswa.
Langkah-langkah Menjelasakn: (1) Merencanakan penjelasan, dan (2) Menyajikan penjelasan.
Komponen keterampilan menjelaskan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: 1. Merencanakan materi penjelasan yang mencakup:     a. Menganalisis masalah,     b. Menentukan hubungan, serta     c. Menggunakan hukum, rumus, dan generalisasi yang sesuai. 2. Menyajikan penjelasan, yang mencakup:     a. Kejelasan, yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa lisan,     b. Penggunaan contoh dan ilustrasi, yang bisa dilakukan dengan pola induktif atau deduktif,     c. Pemberian tekanan yang dapat dilakukan dengan berbagai variasi gaya mengajar, dan membuat struktur sajian, dan     d. Balikan, yang bertujuan untuk mendapat informasi tentang tingkat pemahaman siswa, baik melalui pertanyaan mapun melalui tugas. Penjelasan dapat diberikan pada awal, tengah, dan akhir pelajaran, dengan selalu memperhatikan karakteristik siswa yang diberi penjelasan serta materi/ masalah yang dijelaskan.
A. Pengantar       Pada bagian ini kita akan membicarakan tentang keterampilan dasar mengajar menjelaskan. Keterampilan ini kita ketahui, sebab ketika mengajar kadang ada persoalan yang tidak mudah dipahami sehingga perlu ada penjelasan. Tidak semua penjelasan dapat dipahami oleh peserta didik. Karena itu, ada beberapa hal yang harus dipahami agar penjelasan yang kita sampaikan mudah dipahami peserta didik.
B. Pengertian       Yang dimaksud dengan keterampilan dasar mengajar menjelaskan dalam pembelajaran ialah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan lainnya, misalnya antara sebab dan akibat, definisi dengan contoh atau dengan sesuatu yang belum diketahui. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok, merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan.         Pemberian penjelasan merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam kegiatan seoang guru. Interaksi di dalam kelas cenderung dipenuhi oleh kegiatan pembicaraan baik oleh tenaga pendidik sendiri, oleh tenaga pendidik dan peserta didik, maupun antar peserta didik. C. Tujuan Keterampilan Menjelaskan       Mengapa kita perlu menguasai keterampilan dasar mengajar menjelaskan? Sebab, ada beberapa tujuan yang akan kita peroleh dengan menguasai keterampilan ini, yaitu: 1. Membimbing peserta didik memahami materi yang dipelajari. 2. Melibatkan peserta didik untuk berpikir dengan memecahkan masalah-masalah. 3. Memberi balikan kepada peserta didik mengenai tingkat pemahamannya, dan untuk mengatasi kesalahpahaman mereka. 4. Membimbing peserta didik untuk menghayati dan mendapat proses penalaran, serta menggunakan bukti-bukti dalam pmecahan masalah. 5. Menolong peserta didik untuk mendapatkan dan memahami hukum, dalil, dan prinsip-prinsip umum secara objektif dan bernalar.
D. Komponen Keterampilan Dasar Menjelaskan       Komponen-komponen keterampilan dasar mengajar menjelaskan adalah sebagai berikut:
1. Komponen merencanakan       Agar penjelasan kita mudah dimengerti peserta didik, penjelasan yang kita berikan perlu direncanakan dengan baik, terutama yang berkenaan dengan isi pesan dan penerima pesan. Dua hal tersebut sangat menentukan apakah penjelasan kita tepat sasaran atau tidak. a. Isi pesan (materi) meliputi:    1) Sebelum memberikan penjelasan, buatlah analisis terlebih dahulu terhadap masalah secara keseluruhan. Dalam hal ini termasuk pengindentifikasian unsur-unsur apa yang akan dihubungkan dalam penjelasan tersebut.    2) Kita perlu mengenali lebih detil tentang jenis hubungan yang ada antara unsur-unsur yang dibicarakan. Jangan sampai penjelasan yang kita berikan tidak nyambung dengan tujuan pembelajaran dan topik perkuliahan.    3) Sebelum memberikan penjelasan, kita harus memahami terlebih dahulu tentang penerapan hukum, rumus atau generalisasi yang sesuai dengan masalah yang ada. Ketidakjelian kita dalam melihat formula yang tepat dari masalah yang kita bahas hanya akan menjadikan peserta didik tidak paham atau bahkan bingung. b. Penerima pesan       Merencanakan suatu penjelasan harus mempertimbangkan penerima pesan. Penjelasan yang disampaikan tersebut sangat bergantung pada kesiapan audien yang mendengarkannya. Hal ini berkaitan erat dengan jenis kelamin, usia, kemampuan, latar belakang sosial dan lingkungan belajar. Oleh karena itu, dalam merencanakan suatu penjelasan harus selalu mempertimbangan faktor-faktor tersebut di atas. Dalam pendidikan berlaku formula “metode lebih penting daripada materi”. Dalam konteks ini kecermatan kita dalam melihat siapa yang kita hadapi akan sangat menentukan jenis metode pembelajaran apa yang paling tepat digunakan di kelas.
2. Penyajian suatu penjelasan Penyajian suatu penjelasan dapat kita tingkatkan hasilnya dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:    a. Kejelasan       Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Usahakan untuk menghindari penggunaan ucapan-ucapan berikut ini, seperti “ee”, ”aa”, ”mm”, ”kira-kira”, ”umumnya”, ”biasanya”, ”sering kali”, dan istiah-istilah lain yang tidak dapat dimengerti oleh audien. Ungkapan-ungkapan tersebut terkadang malah membuat peserta didik terganggu dan akhirnya tidak dapat menangkap pesan yang disampaikan.     b. Penggunaan contoh dan ilustrasi       Dalam memberikan penjelasan sebaiknya menggunakan contoh-contoh yang ada hubungannya dengan sesuatu yang dapat ditemui oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kita tentu tahu konsep CTL (Contextual Teaching and Learning) bahwa proses pembelajaran yang kita lakukan seharusnya lebih bermakna bagi peserta didik. Agar lebih bermakna, maka pembelajaran harus lebih faktual dan kontekstual. Peserta didik akan lebih tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran jika dikaitkan dengan dunia mereka. 3. Pemberian tekanan       Dalam memberikan penjelesan, kita harus mengarahkan perhatian peserta didik agar terpusat pada masalah pokok, dan mengurangi informasi yang tidak penting. Dalam hal ini kita dapat menggunakan tanda atau isyarat lisan seperti: “yang terpenting”, “perhatikan baik-baik konsep ini”, “perhatikan, yang ini agak susah”. 4. Penggunaan balikan       Kita hendaknya memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan pamahaman, keraguan, atau ketidamengertiannya ketika penjelasan itu kita berikan. Berdasarkan balikan itu kita perlu melakukan penyesuaian dalam penyajiannya. Misalnya kecepatannya, memberi contoh tambahan atau mengulangi kembali hal-hal yang penting. Balikan tentang sikap peserta didik dapat dijaring bersamaan dengan pertanyaan yang bertujuan menjaring balikan tentang pemahaman mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan seperti: ”Apakah kalian mengerti dengan penjelasan tadi?” Juga perlu ditanyakan, “Apakah penjelasan tadi bermakna bagi kalian?”, dan sebagainya.
E. Prinsip Keterampilan Dasar Menjelaskan       Agar kita dapat menggunakan keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran dengan baaik, ada beberapa prinsip yang perlu kita perhatikan. Prinsip-prinsip penggunaan keterampilan dasar mengajar tersebut adalah: 1. Penjelasan dapat diberikan di awal, di tengah, ataupun di akhir jam pertemuan (pelajaran), tergantung pada keperluannya. Penjelasan tadi dapat juga diselingi dengan tujuan pembelajaran. 2. Penjelasan harus relevan dengan tujuan pembelajaran 3. Kita dapat memberikan penjelasan apabila ada pertanyaan dari peserta didik ataupun yang telah kita rencanakan sebelumnya. 4. Materi penjelasan harus bermakna bagi peserta didik. 5. Penjelasan harus sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Abimanyu Soli, PAH, D.N., Joni, R (ed.), Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjut, Jakarta: Tim Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 1985.
Aref S. Sadiman dkk., Media Pendidikan, Jakarta: Rajawali, 1986.
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Melvin L. Silberman, Active Learning, terj. Muqowim dkk., Yogyakarta: Yappendis, 2005.
Oemar Hamalik, Media Pendidikan, Bandung: Citra Aditya Bakti, 1989.
Suwarna dkk., Pengajaran Mikro, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006
http://amindpoint.blogspot.com/2009/04/keterampilan-dasar-mengajar-3.html
Popularity: 34%

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan pesan-pesan Anda di sini..
yaah...untuk perbaikan.

Arsip Blog

Hubungi:

Anda boleh menghubungi:
tjl_and@yahoo.co.id
atau
Hp. 085393526515
untuk menyampaikan kritik dan saran secara langsung dengan menyertakan nama Anda.